Alampun memberi nasehat pada kita

Salah satu syarat agar hidup kita tidak mengalami kerugian baik di dunia maupun di akherat adalah nasehat. Allah berfirman:
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (QS Al Ashr: 1-3)
Nasehat adalah rambu – rambu bagi manusia supaya hidupnya teratur, terarah dan punya tujuan yang jelas. Dan agama itu adalah nasehat untuk kita semua, Nabi pernah sampaikan dalam sebuah hadits:
Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari radhiallahu ‘anh, “Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : Agama itu adalah Nasehat , Kami bertanya : Untuk Siapa?, Beliau bersabda : Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim” [Muslim no. 55]
Allah SWT telah mengutus Nabi dan menurunkan kitab suci untuk membawa kebenaran (agama tauhid dan hukum-hukumnya) sebagai pemberi kabar gembira dan peringatan yang kesemuanya untuk memberikan arah dan petunjuk bagi manusia dalam menjalankan kehidupan ini. Allah berfirman:
"Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan."  (QS Al Fatir:24)
Selain menurunkan firman – firman yang dituangkan dalam Al Qur’an (ayat Qauliyah), Allah SWT juga menurunkan Ayat-ayat  dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan sebagainya yang ada di dalam alam ini(ayat Kauniyah). Oleh karena alam ini hanya mampu dilaksanakan oleh Allah dengan segala sistem dan peraturanNya yang unik, maka ia menjadi tanda kehebatan dan keagungan Penciptanya. Allah berfirman:
"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?" (QS Fushshilat : 53)
Marilah kita lihat kebesaran Allah SWT yang telah menciptakan alam sebagai pemberi nasehat pada kita yang luar biasa yaitu laut. Di sekitar Palestina ada dua laut yang kedua-duanya terletak di daratan. Keduanya sangat berbeda. 
Yang satu dinamakan Laut Galilea, yaitu sebuah danau yang luas (panjang 21 km lebar 13 km kedalaman rata-rata 256 m) dengan air yang jernih dan bisa di minum. Berbagai jenis ikan dan tumbuhan hidup di laut ini. Danau itu juga dikelilingi oleh ladang dan kebun hijau, banyak orang mendirikan rumah di sekitarnya. 
Laut yang lain dinamakan Laut Mati, dan sungguh sesuai dengan namanya. Segala sesuatu yang ada di dalam laut yang mempunyai panjang 67 km lebar 18 km kedalaman rata-rata 118 m ini akan mati. Airnya sungguh asin (kadar garamnya sekitar 32%) sehingga kita bisa sakit jika meminumnya. Laut itu tidak ada ikannya dan tidak ada sesuatupun yang sanggup tumbuh di tepiannya. Tak juga ada orang yg ingin tinggal di sekitarnya, sebab baunya sangat tak sedap. 
Yang menarik tentang kedua laut itu adalah bahwa sungai yang mengalir ke keduanya adalah satu sungai yaitu sungai Yordan. Terus, apa yang membuatnya kemudian jadi beda? 
Bedanya, laut yang satu menerima dan memberi (Laut Galilea), sedang laut lainnya menerima dan menyimpannya saja (Laut mati). 
Sungai Yordan mengalir ke Laut Galilea dan mengalir keluar dari dasar laut itu. Laut tersebut memanfaatkan air sungai Yordan dan kemudian meneruskannya kepada laut lain yang juga memanfaatkannya. Sungai Yordan kemudian mengalir ke Laut Mati namun tidak pernah keluar lagi (berkurangnya air hanya melalui penguapan). 
Laut Mati menyimpan air Sungai Yordan bagi dirinya sendiri. Hal itulah yang membuatnya mati: hanya menerima dan tidak mau memberi.
Oleh karena itu marilah kita belajar menerima ilmu (mencari ilmu), menerima harta (mencari harta) supaya kita bisa memberi pencerahan dengan ilmu dan memberikan sebagian harta untuk meringatkan beban orang lain, bahkan memberikan sebagian harta yang kita cintai sebagai syarat kita mendapatkan kebajikan yang sempurna. Allah berfirman:
"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya." (QS Ali Imran : 92)
Semoga Allah memberi kekuatan pada kita, sehingga bisa selalu belajar dari Al Qur’an, Sunnah Nabi maupun alam ini untuk kebahagiaan hidup kita. Amin.
Share this article :
 
Copyright © 2013. Asih Sunjoto Putro, S.Si - All Rights Reserved
Adapted from Mas Template | Powered by Blogger