Solo - Menjelang peringatan Hari Gizi dan Makanan yang diperingati tanggal 25 Januari, prestasi yang cukup membanggakan diraih oleh Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo. Prestasi tersebut yakni tidak ditemukan kasus Balita gizi buruk selama lima tahun berturut-turut di seluruh kelurahan di Kota Bengawan.
Menyikapi hal tersebut, Sekretaris Komisi IV DPRD Solo, Asih Sunjoto Putro sangat mengapresiasi kinerja DKK. Dikatakannya prestasi-prestasi untuk kesejahteraan rakyat harus dipertahankan.
"Saya mengangkat jempol atas prestasi DKK yang tidak menemukkan kasus balita gizi buruk. Hal ini harus dipertahankan," ujar politis Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Solo ini.
Tidak hanya itu, DKK Solo juga mencatat angka kekurangan gizi untuk Balita dan anak hanya sekitar 2,5 persen saja. Hal itu jauh lebih rendah dari target kekurangan gizi secara nasional yang mencapai 15 persen.
“Dari jumlah populasi Balita yang ada di Kota Solo, yakni 35.741 anak, menurut data kami ada 923 anak yang menderita kekurangan gizi,” ungkap Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih, Kamis (22/1) siang .
Siti mengatakan, kasus kekurangan gizi ini tersebar di 51 wilayah kelurahan yang ada di Kota Solo. Namun, dirinya tidak bisa merinci kelurahan mana yang memiliki angka balita kekurangan gizi dengan jumlah terbanyak.
“Kasus kekurangan gizi ini datanya sangat dinamis. Misalnya bulan ini di kelurahan tertentu ada Balita kekurangan gizi, namun bulan depan sudah tidak ada, jadi sangat fluktuatif sekali datanya,” paparnya dilansir dari timlo.net
