DPRD Dukung Penyelamatan Naskah Kuno Masjid Agung Yang Nyaris Punah


Solo - Ratusan lembar naskah kuno baik berupa kitab suci, buku-buku, dan arsip-arsip berharga lainnya milik Masjid Agung Surakarta diselamatkan dari kepunahan. Upaya konservasi ini dilakukan oleh delapan alumnus dan mahasiswa Filologi, Jurusan Sastra Jawa, Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret Surakarta (FSSR UNS).

Salah satu alumnus Sastra Jawa, Minda Erlina Eviani, mengakui naskah-naskah kuno ini terancam punah bila tidak segera diselamatkan. Kerusakan naskah yang dimiliki Masjid Agung karena ketidaktahuan cara perawatan dan faktor lainnya.

“Seharusnya naskah kuno ditempatkan di ruangan dan di suhu tertentu. Sehingga benda berharga itu tetap awet,” imbuhnya, dilansir dari suara merdeka.

Dikatakan, tak semua naskah dalam kondisi bagus, dan bisa dibuka. Ada sejumlah naskah yang nyaris hancur, karena kertasnya jadi rumah rayap. 
“Naskah-naskah semacam ini tidak mungkin diotak-atik, sebab bisa memperparah kerusakan. Kami sendirikan naskah yang masih bagus, dan naskah yang sama sekali tidak diselamatkan.” kata perempuan yang aktif di komunitas penyelamatan naskah lontar Solo ini.

Sebelumnya, Sekretaris Komisi IV DPRD Solo, Asih Sunjoto Putro mengatakan semua peninggalan cagar budaya harus diselamatkan. DPRD menganggarkan penyelamtan naskah kuno senilai Rp 100 juta melalui APBD Perubahan 2015. Hal ini dikarenakan APBD 2015 sudah digedok. 

"Nilai Rp100 juta itu akan lebih cepat diambilkan dari dana hibah dengan pengajuan proposal. Persoalannya, komunikasi antara pengelola benda cagar budaya (naskah kuno) dengan Pemkot kurang. Saya harap kedepan upaya pemeliharaan benda cagar budaya bisa masuk ke anggaran arsip atau satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait," ujar Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). (AR)

Sumber : pks-solo.or.id
Share this article :
 
Copyright © 2013. Asih Sunjoto Putro, S.Si - All Rights Reserved
Adapted from Mas Template | Powered by Blogger